Memutuskan bahagia

Sungguh ironi jika puluhan tahun kita hidup hanya untuk mencari pengakuan dari orang lain.

Sungguh ironi jika kebahagiaan kita ditentukan oleh orang lain.

Sungguh ironi jika kita tidak berani melakukan sesuatu hanya karena takut dibilang ini itu.

Sungguh ironi jika kita mengorbankan kebahagiaan diri sendiri demi orang lain yang belum tentu mencintai kita.

Sungguh ironi jika di kita perlu didikte orang lain untuk bisa bahagia.

Bahagia tidak selalu karena akibat,
Bahagia bisa jadi karena keputusan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s