Antara Merokok dan Vaping

Rokok dan Mariyuana telah digunakan selama berabad-abad, tapi baru-baru ini proses penguapan terhadap bahan-bahan ini populer. Jadi, apa yang bisa dipelajari dari teknologi ini? Apakah cara ini lebih baik untuk kamu? Ketika merokok normalnya, panas yang datang dari api menyebabkan zat-zat rokok berubah dari padat menjadi uap/asap. Dalam rokok, ini menyebabkan keluarnya nikotin yang diserap oleh aliran darah melalui paru-paru, menyebabkan naiknya detak jantung, menyempitnya pembuluh darah, munculnya dopamine dalam otak dan perasaan waswas. Tapi karena nikotin adalah perangsang, ketika hilang maka kamu akan merasa tidak enak dan mau lagi, yang akhirnya menyebabkan banyak orang ketagihan. Dalam kasus mariyuana, komponen aktif THC menjadi uap/asap dan mengikuti jejak yang sama ke dalam tubuh, tapi dengan efek yang berbeda. Ini kami jelaskan dalam video kami “Otak Kamu dalam Mariyuana” di sini. Saat merokok, zat-zat rokok hanya butuh 6 detik untuk menuju sistem saraf tidak seperti mengunyah tembakau atau memakan mariyuana yang butuh waktu lebih, Tapi kamu harus menghirup asap dalam prosesnya. Asap ini mengandung partikel yang menimbulkan tar dalam tubuh, mempunyai efek kanker, menghitamkan gigi dan melemahkan indra perasa. Disinilah teknik vaping (penguapan) muncul. Jika kamu bisa memanaskan komponen aktif untuk menjadi uap tanpa harus melalui pembakaran dengan zat lain, maka secara teoritis kamu akan mendapatkan efek yang lebih cepat tanpa merusak pernafasan karena asap. Vaping biasanya meliputi wadah kaca atau metal yang memiliki arus listrik, dengan ini arus panas bisa muncul di temperatur tertentu dan menciptakan uap dengan pembakaran minimal, yang berarti kamu menghirup lebih sedikit asap. Untuk pengguna mariyuana, penguapan telah menjadi cara populer, karena materi mariyuana bisa dipanaskan dalam temperatur yang spesifik – biasanya di 185-210 celsius – yang membuat uap mengandung THC bisa diekstraksi. Di rokok elektrik, penggunaan solusi cairan dari tembakau kering juga populer, cairan ini mengandung air, nikotin, dan biasanya perasa, cairan ini menjadi uap disuhu yang lebih rendah. Tapi disini muncul berapa dilema. Cairan”E-LIQUID”  yang digunakan mengandung bahan dasar yang sama seperti di kosmetik atau makanan yang membantu menjaga kelembaban tanpa menyebabkan basah. Salah satu bahan adalah Propylene Glycol, yang digunakan untuk efek teatrikal,  bahan ini bisa menyebabkan iritasi pada mata dan infeksi pernafasan Jadi apa efek jangka panjang dari rokok elektrik? Ilmuwan masih mempelajarinya, dan walaupun di Amerika, FDA (Badan Makanan Amerika) sudah memberikan ijin, masih banyak yang belum diketahui E-Liquid juga mempunyai kualitas yang berbeda-beda dari tiap pabrikan karena kurangnya regulasi untuk zat aditifnya.  Pada sebagian cairan ditemukan zat Diacetyl, zat kimia yang digunakan pada mentega untuk memberikan rasa gurih mentega.  Menghirup zat ini dapat menyebabkan luka pada paru-paru

Advertisements