Menelaah Produktivitas Bekerja

Di dunia yang semakin sibuk, produktivitas adalah pikiran semua orang. Tetapi daripada mengunduh aplikasi manajemen waktu atau memaksa diri kita untuk bekerja berjam-jam hingga lelah, lebih baik mencari cara bagaimana cara membuka potensi pikiran kita? Apakah ada rahasia untuk menjadi produktif?

Hal pertama yang harus disadari kita adalah, kemauan saja tidak cukup. Bahkan faktanya, beberapa studi menyatakan bahwa kemauan adalah sifat yang bisa habis. Konsep ini dikenal sebagai “Penipisan Ego”, jadi daripada meyakinkan diri kamu untuk mencoba lebih keras, disarankan untuk mencoba beberapa metode ini.

Langkah pertama, Mulailah!

Ini mungkin terlihat jelas, tapi riset menunjukkan memulai sesuatu adalah penghalang terbesar dari produktifitas. Sebelum memulai otak kita menggambarkan bagian tersulit yang akan datang dibanding mencoba membayangkan pekerjaan yang sebenarnya dengan fokus terhadap hal yang ringan dan kecil. Untungnya ada sebuah konstruksi pikiran bernama efek Zeigarnik. Yang mendorong manusia untuk menyelesaikan tugas yang telah mereka mulai. Efek Zeigarnik menunjukkan bahwa kita tidak akan menyelesaikan tugas yang kita anggap tidak nyaman dan membosankan, jadi mulailah dari sekarang.

Bagaimana dengan manajemen waktu? Secara mengejutkan jika melihat sebagian dari musisi elite, kita bisa tahu bahwa mereka tidak perlu berlatih lebih tapi lebih kearah disengaja. Ini karena mereka lebih memfokuskan diri pada hal tersulit dan memusatkan energi mereka dalam paket. Daripada memencarkan usaha mereka sepanjang hari. Mereka memilih untuk berlatih keras pada waktu tertentu dan diikuti oleh istirahat.

Tidak berdasarkann kemauan, mereka mengandalkan kebiasaan dan disiplin. Studi Studi menunjukkan pemain biola dunia biasanya berlatih selama 90 menit dan diikuti dengan 15 sampai 20 menit istirahat. Daripada menjaga energi mereka sepanjang hari, memecahnya menjadi berapa sesi latihan dengan istirahat adalah hal yang efektif.

Tapi bagaimana mengembangkan rutinitas disiplin ini? Satu komponen penting adalah memberikan diri kita deadline.

Tuliskan di kalender dan kamu akan lebih bisa menyelesaikan tugas. Lebih penting lagi, untuk menimbulkan rasa tanggung jawab. Dalam satu kolom tuliskan waktu yang akan dihabiskan dan aktivitas lain yang diselesaikan dalam durasi waktu ini.

Ini sama dengan orang diet yang menulis menu makanan mereka, menulis progres kita dapat membantu untuk mengevaluasi secara realistis kemajuan kita, dibanding dengan mengira-ngira

Manfaat lain dari mencatat progres adalah untuk menghindari pekerjaan yang tidak penting. Dan terakhir, berhentilah bekerja secara multifungsi, mungkin ini membuat kita merasa mencapai lebih, tapi studi menunjukkan orang yang berusaha mengerjakan semuanya, kurang produktif dibanding yang terfokus.

Cobalah buat daftar pekerjaan yang ingin diselesaikan besok. Dengan begini kamu akan mengawali hari dengan aksi yang jelas dan terhindar dari menyelesaikan semua aktifitas pada saat bersamaan. Saat kamu memilah tugas besar menjadi bagian-bagian kecil Otak kamu akan merasa lebih mudah untuk menyelesaikannya dan ini akan lebih memudahkan kamu untuk memulainya. Dengan gol dan aksi yang terencana, produktifitas kamu akan naik menuju level yang lebih tinggi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s