Uang Bisa Membeli Kebahagiaan

Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, akan tetapi jauh lebih baik bersedih di dalam Porsche daripada diatas sepeda.

Meme tentang relasi antara uang dan kebahagiaan memang telah menjadi topik yang cukup populer di dunia maya. Kemudian layaknya kebiasaan netizen pada zaman digital ini, terjadi diskusi seru antara kubu yang menganggap bahwa uang benar-benar bisa membeli kebahagiaan dan kubu yang menolak ide ini. Sembari berdiskusi, mereka akan menyertakan link yang menuju kepada website(yang entah sudah mereka baca sendiri isinya atau tidak) dan beberapa kutipan orang-orang terkenal.

Nah, kali ini izinkan saya melalui wadah yang saya bangun bersama teman-teman saya ini untuk melemparkan satu dua opini kepada khalayak netizen yang mungkin ada yang tersesat sehingga tertarik pada blog ini. Seperti biasa, isi dalam blog ini sebisa mungkin saya buat orisinil melalui obrolan saya, pengamatan saya, bacaan dan referensi saya. Jadi seandainya kalian menemukan ide disini sama dengan tempat lain maka itu adalah ketidaksengajaan karena orang-orang pintar kritis biasanya memikirkan hal yang tidak jauh berbeda.

Menurut pengamatan saya pribadi, uang benar-benar bisa membeli kebahagiaan!

Uang akan memberi kebahagiaan sampai pada titik-titik tertentu. Artinya, ada batas tertentu dimana uang bisa memfasilitasi kebahagiaan anda. Sepertinya misalnya anda minum air disaat kehausan: Gelas pertama, jiwa anda menjadi lega. Gelas kedua, raga anda menjadi semakin segar. Gelas ketiga anda hanya menambah sedikit kesegaran dibanding gelas kedua dan gelas keempat tidak menambah sedikitpun kesegaran dibanding gelas ketiga.

Gelas dan air melambangkan uang anda(atau katakan penghasilan anda). Mempunyai uang 4M tidak berbeda kebahagiaanya dengan mempunyai uang 5M. Orang yang memiliki penghasilan 20 juta perbulan jelas jauh lebih bahagia daripada orang yang penghasilannya UMR. Oke, mungkin saya terlalu menggeneralisir. Ada beberapa case dimana orang berpenghasilan UMR sama bahagianya dengan orang yang penghasilannya besar. Yah, setidaknya referensi saya berbicara seperti ini. Dan mungkin saja itu adalah anomali dari sebuah statistik. Atau seandainya pengeluaran anda lebih besar dari penghasilan anda, maka anda akan menjadi  tidak bahagia dan stress.

Gimana dengan orang yang duitnya 20M dong? Pasti lebih bahagia daripada yang uangnya 4M? Anda mulai mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan kritikal.

Anda kemungkinan benar! Minimal saya juga setuju dengan anda :D. Jika ada sebuah alat yang bisa benar-benar mengukur kebahagiaan, saya juga setuju bahwa orang yang duitnya 20M kemungkinan besar lebih bahagia dari orang yang duitnya 4M. Namun, perlu diingat disini adalah tujuan anda adalah menjadi bahagia. Ketika anda memiliki aset senilai 4M, harusnya menurut saya anda sudah cukup bahagia. Saya sedang berbicara tentang besar uang yang dimiliki untuk mendapat kebahagiaan, bukan seberapa besar kebahagiaan yang bisa dibeli dengan uang.

Seperti yang saya bilang tadi, ada titik standar berapa jumlah upah yang anda harus peroleh untuk mencapai kebahagiaan anda. Hanya saja disini saya sendiri belum tau berapa angka standar penghasilan yang pas.

Dan, saya ingin menambahkan beberapa opini dari saya pribadi. Ketika anda memiliki uang yang cukup namun belum bahagia karena membandingkan diri anda dengan orang yang uangnya lebih banyak lagi maka kesalahan ada pada diri anda. Bersyukur juga membuat bahagia, namun jelas itu adalah bahasan lain. Dan biasanya orang-orang yang super kaya biasanya memang memiliki kemampuan bekerja yang luar biasa dibandingkan orang rata-rata atau memang dia kebetulan beruntung memiliki warisan atau bisnisnya lendir haha :p

Selamat membeli kebahagiaan

Vil

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s