Ex Machina, Ketika Artificial Inteligent Mampu Mengecoh Sang Pencipta

Di dunia yang semakin modern ini, tentu sesekali terbesit di pikiran para kawula ilmuwan: “Apakah AI (Artificial Inteligent) nantinya bisa berpikir seperti manusia?”

Bagi kamu yang hanya terpaku di seputaran sosial media saja tidak usah berpikir sejauh itu, cukup nikmati foto-foto gadis cantik di Instagram dan biarkan para ilmuwan yang berpikir seperti itu. Saya yakin palingan kamu hanya menanggapi dengan kalimat “Halah bodo amat”.

Film indipenden yang disutradarai oleh Alex Gorland ini lagi-lagi membahas tentang isu yang sering dijadikan ide bagi film-film bertema sains imliah bercampur aksi pada umumnya: tentang AI yang mampu berpikiran seperti manusia. Namun tidak seperti Terminator yang penuh dengan otot dan huru-hara ledakan senjata, Ex Machina cenderung bertempo lambat dan dipenuhi dengan dialog-dialog yang cukup syahdu. Meski demikian ending di film ini cukup membuat kamu berkomentar “What the…”

Diceritakan tentang seorang pemuda bernama Caleb Smith (dibintangi dengan lugu oleh Domnhall Gleeson) yang tahu-tahu terpilih oleh ilmuwan super tajir, Nathan Bateman (dibintangi Oscar Isaac), untuk membantunya dalam membuat AI super cerdas bernama Ava (dibintangi Alicia Vikander). Caleb awalnya dengan senang hati mau membantu Nathan dalam menyelesaikan proyek membuat AI cerdas buatannya, namun sebagaimana film sains berbalut sedikit aksi lainnya, Caleb semakin curiga dengan tingkah laku Nathan yang sama sekali tidak mencerminkan seorang ilmuwan. Nathan lebih suka mabuk-mabukan dan bertingkah menyebalkan daripada mengerjakan proyek penelitiannya sendiri. Film ini mencapai titik puncaknya ketika Caleb berhasil masuk ke kamar Nathan dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Lupakan adegan aksi berdarah-darah dan balutan CGI mewah karena film ini mengesampingkan kedua hal itu. Memang ada sedikit adegan berdarah dimana Caleb membelah tangannya dengan pisau cukur dan ketika terjadi perselisihan antara Nathan dengan Ava, tetapi Alex Gorland tetap mengutamakan nilai jual film ini dari pemaparan dialog antar tokohnya yang cukup membuat kamu berpikir-pikir tentang eksistensimu sendiri.

Adegan yang saya suka jelas adalah saat Caleb berinteraksi dengan Nathan yang cukup giting dalam bertutur kata. Misalnya Nathan membawa Caleb ke sebuah ruangan yang memiliki sebuah lukisan untuk berdiskusi:

Nathan: (Menunjuk ke lukisan) You know this guy, right?

Calleb: Jason Pollock.

Nathan: Jason Pollock. That’s right. The drip painter. He let his mind go blank and his hand go where it wanted. Not deliberate, not random. Some place in between. They called it automatic art. Let’s make this like Star Trek, okay?

Calleb: Excuse me?

Nathan: I’m Kirk. Your head’s the warp drive. Engage intellect. What if Pollock had reverse that challenge. What if instead of making art without thinking, he said, “You know what? I can’t paint anything, unless I know exactly why I’m doing it.” What would have happened?

Caleb: He never would have made a single mark.

Nathan: Yes! You see, there’s my guy, there’s my buddy, who thinks before he opens his mouth. He never would have made a single mark. The challenge is not to act automatically. It’s to find an action that is automatic. From painting, to breathing, to fucking, to falling in love…

Maknsa filsafat di film ini tidak berat-berat amat seperti salah satu film yang bertema hampir sama dengan film ini, Her. Awalnya saya berharap akan terjadi dialog penuh pertanyaan filosofis dari Ava bila mengingat dia adalah robot yang diciptakan mirip seperti manusia. Yang terjadi malah percakapan Caleb dengan Nathan yang membuat saya terkesima.

Karena kadar filosofis film ini tergolong ringan, jadi kamu bisa menontonnya dengan santai tanpa harus berpikir keras. Lagi pula film ini juga mengajarkan bahwa pria ternyata memang berpikiran dangkal dan mudah ditipu wanita.

(Vladd Voltaire)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s