Normal itu aneh

Tidak semua orang dilahirkan sama. Ada beberapa orang yang mempunyai kemampuan untuk menjadi pusat perhatian orang lain. Atau bahkan ada beberapa orang yang dikesampingkan dari social karena orang menganggapnya tidak seperti mereka. Di saat manusia berperilaku layaknya makhluk sosial pada umumnya , ada sebagian yang bersikap sebaliknya. Mereka menyebutnya “aneh”.

Sejak kecil hingga sekarang saya sudah bosan mendengar orang mengatakan kamu itu unik, aneh, menyimpang (by the way ini bukan penyimpangan seksual, saya masih meyukai lawan jenis), bahkan makhluk langka yang patut dilestarikan. Sampai akhirnya tersadar bahwa ternyata perbedaan  aneh dan normal itu hanya sebatas minoritas dan mayoritas saja. Jadi begini, seseorang dipandang aneh karena bersikap atau memiliki kepribadian berbeda dari kebanyakan orang atau manusia pada umumnya. Jika mayoritas orang adalah orang normal, maka orang-orang yang tidak seperti mereka akan dipandang aneh dan akan dianggap kaum minoritas. Coba kita balik pola perspektifnya:  anda adalah orang normal yang berada di lingkungan sosial yang mayoritas berisi orang-orang aneh.  Anda hidup normal, sedangkan mereka berprilaku aneh alias tidak seperti anda.  Coba tebak bagaimana penilaian mereka terhadap anda, anda akan dipandang sebagai orang aneh bagi mereka. Anda dinilai aneh karena anda berbeda dari mayoritas manusia.

Kalau dianalogikan manusia seperti sebuah produk, jika tidak bisa menjadi yang pertama maka anda harus menjadi yang berbeda apabila ingin dapat bersaing di pasaran. Dalam pergaulan sosial, menjadi individu yang berbeda dari yang lain akan membuat anda memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh orang lain. Bahkan anda akan lebih dikenal karena keunikan anda. Mungkin teman-teman anda suatu saat akan lupa pada nama anda, tapi tidak dengan hal absurd apa yang telah anda lakukan.  Jika anda belum menyadari sisi unik dari diri anda, cari dan temukanlah. Tidak semua orang berani manampilkan sisi unik dari diri meraka. Hal ini diakibatkan oleh ketakutan akan dihakimi secara negatif. Mungkin tidak semua orang akan menyukai anda, akan tetapi itu adalah sesuatu yang wajar. Berusaha untuk menyenangkan semua orang adalah salah satu perbuatan paling sia-sia di muka bumi ini. Daripada menghabiskan energi untuk menyenangkan orang-orang, kenapa tidak menggunakannya untuk melakukan sesuatu yang membuat anda tertarik. Siapa tahu anda akan nge-hits karenanya.

Tidak apa-apa kalau teman-temanmu mencapmu aneh, justru karena anda aneh mereka akan lebih susah untuk melupakan anda. Jangan memaksakan diri menjadi normal, dunia anda akan sangat membosankan nantinya. Trust me, saya sudah pernah mencobanya. Tenggelamlah dalam imajinasimu saja. Seperti yang dikatakan Joker dalam film The Dark Knight, “I believe whatever doesn’t kill you simply makes you… stranger”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s