Mengapa iPhone Tidak Ditemukan Sebelum Yesus Lahir ?

Selamat Natal dan Tahun Baru 2017 bagi yang merayakan. Hadiah apa yang sudah anda dapatkan dari orang tercinta atau diri sendiri ? Playstation 4 ? iPhone 7 ?

Menyenangkan bukan ? Hidup di era setelah revolusi industri hingga revolusi digital ? Setidaknya isi otak anda tidak monoton itu-itu saja. Hiburan dan pengetahuan juga jadi sangat bervariasi. Kotak televisi serasa usang dibanding konten Youtube, Instagram, maupun BIGO.

Seperti pertanyaan pada judul. Jadi ‘umat manusia’ selama ini ngapain saja ? dari 6000 tahun lamanya peradaban manusia, dibanding dengan 5 hari jangka waktu untuk merakit iPhone  ?

Bayangkan jika manusia macam Tsailun, Aristoteles, Gutenberg, Newton, Faraday, Tesla, Charles Babbage, Alan Turing, Martin Cooper, hingga Steve Jobs lahir dalam satu jalur generasi. Anggap saja umur mereka rata-rata 50 tahun. Dikali ada 40 generasi yang berkontribusi pada ilmu pengetahuan digital. (50 Tahun x 40 Generasi = 2.000). Tadaaa… 2.000 Tahun.. Atau, sekitar Tahun 2.000 Sebelum Masehi, kita sudah bisa mengabadikan momen dengan Iphone ketika Nabi Musa membelah Laut Merah dengan Tongkatnya. Bisa dibayangkan, peradaban seperti apa saat ini , jika iPhone 77 saja sudah ditemukan saat Aristoteles lahir, misalnya.

Iya saya tahu, otak anda pasti berargumen macam-macam, kebutuhan manusia sebelum menggunakan otaknya untuk memikirkan teknologi itu banyak banget dari kebutuhan pangan, kebutuhan rasa aman dari kerasnya alam, kebutuhan memastikan dapat berkembang biak, kebutuhan pengakuan diterima secara sosial, hingga kebutuhan aktualisasi diri lewat kebudayaan dan melebarkan wilayah kekuasaan.

Adapun, jika ada teknologi, akan dikembangkan sesuai prioritas. Teknologi pangan dahulu, terus bikin bangunan sampe segede piramida mesir, baru setelah itu memikirkan ilmu pengetahuan murni. Namun, hal itu semua akan terjadi jika rasa aman telah didapat. Iyah, teknologi akan diprioritas utamakan untuk : PERANG. Peradaban manusia selalu dihiasi dengan kisah PEPERANGAN, bukan ? Berapa juta, kalau bukan milyar, anak manusia yang dilahirkan ibunya untuk mati di medan perang ?

Awalnya peperangan terjadi antar kelompok manusia atau dengan kelompok hewan buas, selanjutnya untuk mempertahanan otokrasi raja, kerakusan atas komoditas ekonomi, menanamkan kredo agama, hegemoni negara superpower, mempertahankan identitas negara bangsa. Selanjutnya untuk apa lagi ? Pasti anda tidak mau bukan, medan perang di Allepo melebar hingga ke kota anda ? Apakah perlu Monster Kaiju datang ke Bumi dari belahan dimensi lain, baru manusia di muka bumi ini bersatu ?

(Jadi pengen main game Civilization gara-gara menulis paragraf di atas)

Ada banyak hal yang membuat manusia tidak bisa menciptakan Iphone atau Ponsel Android sedini mungkin, selain perang. Banyak hal-hal kontra produktif yang dilakukan, seperti kisah pilu ala romeo dan juliet. Intinya, hingga saat ini, kita, MANUSIA, tidak sedang dalam kondisi efisien membangun peradaban yang maju.

Mungkin Thanos akan ketawa kecut, ketika datang ke Bumi, melihat manusia suka menyabotase kemajuannya sendiri.

(Joule Gallantea)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s