Low Self-Esteem Sampah

Yap. Saya jenuh dengan orang-orang di Facebook atau Twitter yang membagikan postingan-postingan yang berbau low self-esteem. Kebanyakan postingan tersebut berhubungan dengan masalah kepribadian yang minderan, miskin, tidak mampu berbuat apa-apa, atau masalah romansa dan… skripsi.

Saya cuma mau ngasih tahu kalau diri kamu tidaklah serendah postingan tersebut. Manusia dan jutaan makhluk hidup lainnya secara alamiah akan terus meng-upgrade dirinya sendiri apabila mereka terlahir di lingkungan yang tidak mendukung atau ketika mereka terkena masalah. Masalah itu ada bukan untuk dipasrahkan; justru masalah itu seharusnya dipelajari untuk meningkatkan kemampuan kamu dalam menghadapi masalah tersebut.

Sebagai contoh: katakanlah kamu baru putusan dengan kekasih kamu yang ternyata sudah menikah dengan orang lain. Daripada kamu membaca postingan atau gambar galau-galauan, jauh lebih baik kalau kamu berusaha bangkit dan mencari pasangan hidup yang lain. Tidak masalah kamu masih sakit hati atau tidak, tetapi itu jauh terhormat ketimbang hanya berdiam diri di kamar sambil mengiyakan postingan-postingan tersebut.

Atau kamu memiliki badan yang kurus kering dan ingin mengubahnya menjadi lebih berisi seperti Captain America alias Steve Roger. Daripada kamu hanya bisa mengeluh dan pasrah dengan keadaan, CEPAT PERGI KE TEMPAT KEBUGARAN SEKARANG DAN PERBAIKI ASUPAN GIZI KAMU! Tidak ada yang bisa menahan kamu untuk berubah menjadi lebih baik, kecuali ada peluru yang meledak di kepala kamu saat ini juga.

Kamu tahu? Yang bisa menghalangi diri kamu untuk berubah menjadi lebih baik itu cuma dua: kematian dan pikiran kamu sendiri. Kalau kamu mati, maka kamu tidak bisa mengubah apa-apa lagi. Boro-boro mau berubah, mau bergerak saja sudah tidak mungkin.

Karena kamu masih bisa bernapas dan bergerak, apa sih yang menghalangi diri kamu berubah menjadi lebih baik? Ya tentu saja pikiran kamu sendiri. Cuma pikiran kamu satu-satunya penyebab mengapa kamu menjadi orang lemah dan tidak bisa berkembang seperti yang lainnya.

Kamu bosan memiliki perut buncit, tetapi kamu malas berolahraga rutin.

Kamu bosan tiap hari makan mie instan pakai nasi, tetapi kamu malas mencari penghasilan tambahan supaya bisa makan enak.

Kamu bosan hidup sendirian dan coli melulu, tetapi kamu malas mencari pasangan hidup.

Kamu tahu bila tidak bertindak sesuatu maka kehidupan kamu akan jalan di tempat, tetapi kamu malas keluar dari zona nyaman dan memilih tidur-tiduran saja yang jauh lebih enak.

Saya tanya deh, apa sih penyebab kemalasan? Apakah orang lain yang mengompor-ngompori kamu untuk bermalas-malasan? Apa cuaca mendung dan hujan deras yang menghalangi kamu untuk berubah?

Seandainya ada orang yang memang menyuruh kamu untuk bermalas-malasan, maka tetap saja itu keputusan kamu untuk memilih mengikuti omongannya atau tidak. Apa pun yang menimpa diri kamu sekarang adalah hasil dari keputusan dan pikiran kamu. Silakan salahkan orang lain dan kamu akan sadar bahwa itu sesuatu yang sia-sia belaka.

Jangan pernah biarkan postingan-postingan yang bersifat low self-esteem itu mempengaruhi jalan pikiran kamu. Kamu tidak selemah itu, sobat! Jangan pernah pasrah pada keadaan! Saya tahu kalau budaya di Indonesia mengajarkan agar sabar menerima segala macam kekurangan di dalam diri, tetapi kalau kekurangan tersebut malah menyusahkan hidup kamu maka jangan sungkan-sungkan untuk bertindak!

Memangnya kamu mau dipengaruhi oleh orang yang pikirannya lemah? Parahnya lagi, kamu tidak kenal orang itu pula. Kamu mau?

 

Vladd Voltaire

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s