Belum Ada Apa-apanya

Hargai diri anda sendiri!

Diri anda adalah investasi!!

Di tengah menjamurnya berbagai kelas kepribadian dan pengembangan diri terutama dalam hal percintaan di luar sana, banyak pria yang mengikuti kelas kelas kepribadian yang popular. Beberapa kelas kepribadian di luar sana akan menyuruh anda untuk mengutamakan diri anda sendiri.

Tidak ada masalah sama sekali dengan petuah ini. Saya tidak sama sekali sinis terhadap prinsip mengutamakan diri sendiri dibanding orang lain.

Saya pun setuju dengan nasihat itu. Saya setuju bahwa kita harus mengutamakan diri kita sendiri.

Saya sependapat bahwa satu-satunya orang yang akan ada saat kita senang dan bahagia adalah diri kita sendiri. Diri sendiri adalah prioritas utama kita dalam kehidupan ini.

Namun, ketika saya mengamini prinsip ini dalam kehidupan saya, ada sedikit kesalahan yang saya lakukan ketika itu.

Saya menulis tulisan ini sebagai refleksi diri saya sendiri. Namun jika anda mendapat sedikit pencerahan juga.

Dahulu, kesalahan saya menjadi terlalu tinggi dalam mengukur pencapaian saya.

Biar saya kasih contoh;

Ketika saya mendapatkan uang sebesar 3 juta rupiah, maka saya akan menghabiskan lebih dari 2 juta rupiah untuk hiburan dan membeli baju.

Ketika saya baru saja melakukan 2 hari workout, maka saya merasa layak untuk cheat day dengan memakan burger favorit saya di mcd.

Ketika saya sudah mencoba sesuatu, saya merasa berhak untuk mendapatkan semua yang terbaik di dunia.

Baru kerja 2 hari, rasanya bisa nonton series amerika seharian.

Ini menjadi masalah karena kita menjadikan diri kita sendiri sangat overrated. Akhirnya kita hanya menjadi orang yang sedikit-sedikit bersenang-senang. Kerja dikit langsung nyantai.

KONTRA-PRODUKTIF

Ketika kita mencoba sesuatu maka kita bersikap seolah-seolah sudah mencapai semua padahal kita belum memiliki sesuatu yang berarti.

Kerja jadi staff baru 3 bulan, tapi memanjakan diri sendiri layaknya seorang CEO.

Belum saatnya kawan

Untuk menghindari hal-hal counter-productive seperti ini, biasanya saya menetapkan prinsip seperti ini; Tugas saya adalah bukan untuk mencoba. Tugas saya bukan untuk melakukan sesuatu. Tugas saya sebagai pria adalah mencetak sebanyak-banyaknya prestasi. Tugas saya adalah untuk berusaha sampai bisa. Bukan berusaha sampai capek.

Baru setelah itu saya boleh bersenang-senang. Baru setelah itu saya boleh “mencintai diri saya sendiri”.

Anda boleh beli jas seharga 2 juta, bila anda mencetak profit sebesar 25 juta.

Anda boleh sesekali makan 2 bahkan 3 bigmac mcd sekaligus. Asalkan anda sudah workout dan diet 2 bulan full sesuai jadwal yang anda buat.

Prinsip saya pribadi adalah sebagai berikut: Usahakan rekreasi yang anda pakai adalah maks 20% dari pencapaian yang anda telah lakukan.

Jadi ketika bisnis saya bulan ini mencetak profit 5 juta, maka saya boleh memakai 500rb untuk bersenang-senang. Saya yakin angka ini kecil sekali dinbanding buget hiburan generasi millennial zaman sekarang.

Jangan mengukur pencapaian anda terlalu tinggi, belum ada apa-apanya J

Senang bersantai ria,

Vilranendra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s