Between Good and Evil

Baik dan buruk.

Bagaikan dua sisi uang logam, sifat baik dan buruk itu ada di dalam diri manusia yang tidak dapat dipisahkan; tergantung Anda mau menjadi yang mana, sebab seseorang yang baik dan alim  sekalipun bisa berubah menjadi orang yang kelakuannya seperti setan, dan seorang preman dan wanita malam yang sering dianggap sampah masyarakat pun bisa jadi merupakan pahlawan bagi keluarga dan dianggap setengah malaikat.

Kehidupan selalu mengalami perubahan. Bahkan sebuah batu besar pun kelak akan berubah menjadi butiran pasir bila ditempa angin dan air secara terus menerus. Sama halnya dengan manusia; ia tidak hanya berubah secara fisik, tetapi juga mengalami perubahan di dalam diri.

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang bisa berubah drastis dari sisi baik menjadi sisi jahat atau malah sebaliknya. Salah satunya disebabkan oleh faktor tempat tinggal. Mengapa dia berubah? Karena jika dia tidak berubah dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat dia tinggal, maka dia akan tersisih dan cenderung dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. Apabila ia mau tetap tinggal dan diakui di lingkungan tersebut, maka ia harus mengikuti arus dan berubah mengikuti lingkungan itu. Atau kalau ia memutuskan untuk memberontak dan melawan, maka ia bisa berakhir dengan pergi mencari tempat tinggal lain yang sesuai dengan apa yang ia harapkan.

Faktor yang kedua adalah faktor gaya hidup. Faktor ini sendiri terbagi antara dua yaitu:

  1. Faktor gaya hidup pada saat bangkrut. Saat seseorang mengalami kebangkrutan maka ia biasanya dihadapkan pada dua pilihan: mau mendekatkan diri kepada sang pencipta. atau malah terjebak ke hal-hal yang tidak benar. Banyak yang terjerumus dengan narkotika dan segala jenis obat candu lainnya ketika mengalami kebangkrutan, tetapi bisa juga karena kebangkrutan tersebut ia menjadi lebih bijaksana dan memtuskan untuk menjalani gaya hidup yang sederhana daripada memaksa foya-foya tetapi dompet miskin.
  1. Faktor gaya hidup pada saat kaya mendadak. Yaitu ketika seseorang yang dulunya miskin dan tahu-tahu keberuntungan berpihak kepadanya sehingga ia menjadi kaya raya mendadak. Saat seseorang mengalami ini, ia berpotensi besar untuk jatuh ke lubang hitam hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bisa ia rasakan saat ia masih miskin. Namun, menjadi kaya raya mendadak juga bisa berpotensi besar untuk menjadi orang yang lebih baik, misalnya menyumbangkan dana untuk mengembangkan sekolah-sekolah di lingkungannya.

Faktor terakhir adalah faktor siapa pasangan Anda. Kenapa? Sebab seseorang yang baik pun dapat berubah menjadi jahat atau sebaliknya, tergantung siapa yang lebih kuat dan dominan terhadap pasangannya. Jika pasangan Anda cenderung melakukan hal-hal yang tidak benar dan Anda hanya bisa mengalah demi menyenangkan perasaannya, maka bersiaplah Anda bisa ikut-ikutan melakukan hal-hal yang tidak benar seperti pasangan Anda.

Jadi, di sisi manakah diri Anda sekarang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s