How to Avoid Overcommitment

Bukan hal yang baru lagi kalau kita seringkali melihat orang-orang yang berkomitmen untuk berubah dan mereka menulis komitmennya di sosial media atau sekedar menjadi obrolan di warung kopi. Maka dari itu muncullah istilah January wish, February wish, March wish, dan wish-wish lainnya yang ora uwis-uwis. Semua itu merujuk pada harapan akan perubahan menuju ke arah hidup yang lebih baik dari sebelumnya.

Namun, tidak jarang orang-orang membuat komitmen yang berlebihan dalam mencapai tujuannya. Hasilnya? Tidak ada yang dilakukan. Cuma sebatas komitmen omong kosong doang tanpa ada kegiatan yang berarti.

Misalnya begini:

  1. Kamu ingin menulis buku dan berencana merilis buku tersebut pada akhir tahun ini. Demi mencapai tujuan tersebut, kamu berkomitmen menulis 2.000 kalimat setiap hari sehingga dalam sebulan kamu bisa menulis sampai 60.000 kalimat. Dalam enam bulan saja kamu bisa mencapai 360.000 kalimat dan itu adalah jumlah yang memadai untuk sebuah buku. Namun, bagaimana kenyataannya? Ketika kamu hendak menulis, tahu-tahu ponsel kamu berdenting dan kamu membalas semua chat yang masuk. Baru selesai membalas, ada lagi chat yang masuk. Begitu seterusnya sampai-sampai matahari tenggelam dan kamu belum ada menulis satu kalimat pun. Itu baru gangguan dari ponsel, belum lagi ditambah dengan gangguan lain.
  2. Kamu ingin hidup sehat dan tubuh seperti Steve Roger sang Captain America. Kamu berkomitmen untuk melakukan push ups 100x, lari keliling sampai 10 kilometer atau melakukan bench press dengan berat 40 kilogram. Namun membayangkannya saja kamu sudah malas bukan? Saya yakin kamu lebih memilih bersantai di dalam kamar yang nyaman sembari meneguk berbotol-botol minuman soda dan membaca artikel ini.
  3. Kamu ingin berkenalan dengan 10 orang asing dalam sehari karena kamu bosan dengan teman-teman kamu yang itu-itu saja. Yang terjadi adalah kamu tidak berkenalan sama sekali karena otak kamu tahu bahwa kamu masih gugup bila mengobrol dengan orang asing dan syukur-syukur bisa berkenalan dengan satu orang saja.

Apa yang berlebihan itu tidak baik, begitu pula dengan komitmen yang terlalu berlebihan. Mengapa orang-orang lebih suka berkomitmen tinggi-tinggi ketimbang melakukan praktek? Sederhana saja: karena ngomong itu lebih gampang daripada ngelakuin yang diomongin. Saya bisa dengan mudah ngomong “Aku mau menulis satu juta artikel dalam sehari,” tapi saya tahu kalau itu adalah hal yang mustahil dilakukan karena menulis tidaklah semudah yang dikira dan saya tentu bakalan mati kelelahan karena menulis terus-menerus tanpa istirahat.

Lalu bagaimana menghindari komitmen yang berlebihan?

Saya suka dengan sesuatu yang sederhana karena bila setiap permasalahan disederhanakan maka solusinya akan cepat ditemukan. Jadi saran saya adalah:

SEDERHANAKAN KOMITMEN KAMU.

Dalam budaya Jepang terdapat sebuah filosofi kaizen yang berarti “Get a little better each day” atau terjemahan bebasnya: lakukan hal-hal kecil yang bisa kamu lakukan setiap hari untuk mencapai tujuan kamu. Jadi, daripada kamu berkomitmen untuk melakukan hal yang besar, alangkah baiknya kalau kamu berkomitmen untuk melakukan hal-hal yang paling bisa kamu lakukan untuk hari ini.

Contohnya lagi nih:

  1. Daripada kamu berkomitmen menulis 2.000 kalimat setiap hari, lebih baik kamu berkomitmen menulis 100 kata dalam sehari. Terdengar lebih mudah bukan? Namun saya yakin kamu jauh lebih bisa menulis 100 kalimat setiap hari ketimbang menulis 2.000 kalimat. Saya saja malas membayangkan harus menulis 2.000 kalimat apalagi kamu. Matikan ponsel agar tidak ada yang menggangu ketika kamu hendak menulis. Bila perlu, lakukan Tech Sabbath.
  2. Lupakan komitmen kamu untuk push ups 100x atau melakukan bench press 40 kilogram karena saya yakin semangat kamu hanya semangat kerupuk (semangat di awal, melempem belakangan) bila harus melakukan itu setiap hari. Sederhanakan komitmen kamu menjadi melakukan puhs ups 10x atau bench press 10 kilogram saja dalam sehari.
  3. Ingin berkenalan dengan 10 orang asing? Buang jauh-jauh komitmen tersebut. Sederhanakan tujuan kamu menjadi berkenalan dengan 1 orang asing saja dalam sehari. 1 orang dalam sehari = 30 orang dalam sebulan. Jumlah yang cukup banyak bila kamu benar-benar mau melakukannya.

Sama seperti kamu, saya dulu juga suka membuat komitmen yang terlalu berlebihan. Namun, saya ternyata tidak mampu mencapai apa yang telah saya janjikan ke diri saya sendiri. Saya pernah berniat menulis 1.000 kalimat dalam sehari, tetapi yang terjadi adalah saya terlalu lelah di hari kelima dan draf saya pun terlantar begitu saja di pojok kamar. Akhirnya saya memutuskan untuk menyederhanakan komitmen saya dan menulis hanya 100 kalimat dalam sehari. Terkadang saya cuma menulis satu paragraf dalam sehari dan itu sama sekali tidak masalah karena yang penting hal tersebut saya lakukan setiap hari.

Tidak perlu malu bila kamu tidak bisa melakukan hal-hal besar. Harusnya kamu malu kalau sudah berkomitmen muluk-muluk tetapi omdo alias omong doang. Bukankah hal-hal besar itu bermula dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari?

 

Vladd Voltaire

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s