Booklicious: Memahami Eksistensialisme Melalui Buku “Catatan Dari Bawah Tanah” Karya Fyodor Dostoyevski

Beberapa hari ini saya lagi suka mengunjungi Gramedia karena ada banyak karya sastra klasik dunia yang diterbitkan ulang oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia). Tentu saja hal ini membuat saya betah berjam-jam berdiri di depan rak-rak buku Gramedia. Mengapa saya sampai rela berdiri lama di situ? Karena uang saya tidak cukup buat membeli semua buku-buku tersebut. Itu jelas.

Saya sangat menyukai beberapa sastrawan klasik Rusia seperti Anton Chekhov, Leo Tolstoy, dan Fyodor Dostoyevski. Sebagian besar karya mereka cenderung bernuansa dark dan gloomy; mungkin disesuaikan dengan keadaan Rusia yang masih carut-marut di era sebelum dan sesudah pemerintahan Bolshevik. Seperti yang kita tahu, Rusia memiliki sejarah panjang nan kelam di masa lalu. Kalau begitu saja tidak tahu, maka sebaiknya Anda pikirkan kembali faedah kehidupan Anda selama ini.

Awalnya saya was-was saat membuka halaman pertama buku ini. Jelas saja saya was-was; sebagian besar buku terjemahan di Indonesia memiliki susunan kata dan tanda baca yang berantakan. Robert Langdon mungkin bakalan kebingungan ketika membaca buku-buku terjemahan di Indonesia. Saya tidak mau kehilangan uang Rp 60.000 dengan sia-sia hanya karena membeli buku yang terjemahannya berantakan seperti gorengan pinggir jalan.

Ketika saya membaca setiap paragraf di buku tersebut, saya takjub luar biasa. Mata saya sampai berbinar. BUKU INI BENAR-BENAR JELEK SUSUNAN KATANYA! Setiap paragraf terlihat tidak konsisten tentang apa yang dibahas. Buku ini seperti ditulis oleh seratus orang yang berbeda dan tidak pernah bertemu sama sekali. Saya sampai ingin menggunakan mesin Enigma untuk memecahkan susunan kata yang berantakan di buku ini.

Namun, saya ambil hikmahnya saja. Jangan-jangan kalimatnya memang sudah jelek dari sananya? Saya pernah membaca cerpen Fyodor Dostoyveski versi bahasa inggris dan alis mata saya sampai mengerut seperti alis mata Lenin karena saya kurang paham tentang apa yang beliau tulis.

Jadi, saya membaca versi bahasa inggris dari buku ini melalui internet. Hasilnya adalah: buku ini memang memiliki susunan kata yang rumit dari sananya. Saya malah kasihan dengan menerjemahkan buku ini karena tidak semua orang bisa sabar menerjemahkan sastra klasik Rusia yang memiliki susunan kata lebih rumit dari sastra klasik Amerika dan Eropa.

Anyway, buku ini adalah buku yang bagus. Setelah membaca sampai tuntas, saya baru menyadari ternyata buku ini mengandung filosofi eksistensialisme yang kental. Kalau kamu adalah seorang introvert, bacalah buku ini. Kalau kamu adalah seorang nerd, bacalah buku ini. Kalau kamu penikmat sastra klasik, bacalah buku ini. Kalau kamu orang miskin dan punya anak banyak, maka jangan baca buku ini. Mending kerja saja dan cari uang yang banyak.

Buku ini hanya memiliki dua bab saja, tetapi itu tidak mengurangi keseluruhan isi dari buku. Tidak seperti skripsi kamu yang memiliki banyak bab, tetapi ujung-ujungnya malah mojok di rak buku dan tidak ada yang baca selain ribuan rayap di kayu.

Saya beritahu dulu bahwa bab pertama buku ini memiliki susunan kata yang sangat berantakan; bahkan versi bahasa inggrisnya juga begitu. Bab ini menceritakan tokoh ‘aku’ yang tampaknya adalah seorang yang introvert dan tidak mahir bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Di dalam bab ini, jelas sekali kalau tokoh ‘aku’ memiliki pikiran yang meledak-ledak, tetapi dia tidak bisa mengutarakannya lewat mulut. Yang dia bisa lakukan hanyalah menulis semua apa yang ada di pikirannya karena jari-jarinya lebih terampil ketimbang mulutnya. Jadi jangan heran bila susunan kalimat di bab ini sangat berantakan, karena pikiran tokoh ‘aku’ memang sedang berantakan.

Namun, kalimat-kalimat di bab selanjutnya cukup nyaman dibaca. Hal ini dikarenakan tokoh ‘aku’ sedang bernostalgia dengan menceritakan masa lalunya yang introvert dan menyebabkan pikirannya kacau di bab pertama. Di bab kedua ini, kita diperkenalkan dengan orang-orang di sekitar tokoh ‘aku’ dari masa sekolah hingga dewasa. Dari sini, kita akan menyadari bahwa tokoh ‘aku’ merupakan orang yang menjengkelkan dan itu yang membuatnya dijauhi oleh teman-temannya. Untung saja dia menyadari kesalahannya dan berusaha menjalin kembali hubungannya dengan teman-temannya itu. Apa usahanya akan berhasil? Kita tunggu saja setelah yang lewat ini, tetap di Dorce show show show…

Ada satu bagian yang menarik, yaitu ketika tokoh ‘aku’ bertemu dengan wanita bernama Lisa yang dia temui di tempat pelacuran. Tokoh ‘aku’ dengan sombongnya menceramahi Liza dengan semangat menggebu-gebu dan membawa-bawa ajaran alkitab, tetapi Liza hanya meresponnya dengan datar. Ini semacam sindiran terhadap orang yang gemar berceramah dan omongannya hanya dianggap angin lewat saja oleh orang lain.

Buku ini sangat pekat beraroma eksistensialisme. Tokoh ‘aku’ digambarkan ingin berkehendak bebas, tetapi dia masih terjerat oleh norma-norma yang ada dan juga oleh pikirannya sendiri. Dia memikirkan setiap tindakan dan ucapannya agar sesuai dengan kebenaran yang dia yakini. Meski begitu, dia sadar bahwa kebenaran bersifat relatif dan semua orang bebas melakukan sesuatu yang dianggapnya benar. Namun, tokoh ‘aku’ sangat keras kepala dan suka memaksakan kehendaknya ke orang lain. Hal itu membuatnya kebingungan sendiri dan itu semua yang membuat pikirannya kalut di bab pertama.

Secara keseluruhan, buku ini memiliki terjemahan yang cukup bagus dan bisa dibeli dengan harga Rp 60.000 saja. Mungkin kamu akan kesulitan menemukan buku ini karena ukurannya yang lumayan tipis dan desain sampulnya yang minimalis. Selamat berburu!

Kelebihan:

(+) Harga murah. Cuma Rp 60.000 saja.

(+) Desain buku yang minimalis, jadi enak dilihat.

(+) Terjemahan cukup bagus, meski ada beberapa kesalahan. Namun, masih bisa dimaklumi.

(+) Bernuansa suram. Mungkin anak emo bakalan suka buku ini.

Kekurangan:

(–) Tidak cocok dibaca oleh bocah berumur lima tahun. Ya iyalah…

(–) Beberapa kalimat sangat rumit. Dibutuhkan ketelitian saat membacanya.

(­­–) Bukunya mudah terbakar. Coba saja.

 

Vladd Voltaire

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s