Vilranendra

Pemikir ulung, pemulung ide, idealis praktis, praktisi digital.

Terlahir sebagai generasi millenials terakhir, membuat sosok Vilranendra dapat dipercaya sebagai penyambung lidah anak millenials akhir. Dinamika sosial media digital adalah fokus beliau selama 18 jam perhari, 7 hari seminggu, lebih lama dari jam buka toko ritel di dekat rumah anda. Di saat para PNS, karyawan swasta, pedagang pasar, dan penjual nasi kuning tidur terlelap, Otak Jenius Vilranendra mulai melakukan deteksi dini terhadap isu sosial di medsos. Sungguh Google Analytic berjalan.

Sigmund Freud dan Max Webber patut tertawa di dalam kuburnya atas kelahiran Vilranendra di muka bumi ini. Wizard sejati yang memanfaatkan situasi sosial untuk memperliatkan magic-nya. Pernah suatu ketika, vilranendra membuat lantai dansa bergoyang tanpa DJ tanpa Dancer dan tanpa dentuman musik, hanya menggunakan skill sosialnya yang memukau. Social harpoon milik Papadah yang cepat dan cermat mempelajari segala jenis teknik sales marketing.

Gaya tulisan tidak pernah bertele-tele namun mengena adalah ciri khas Vilranendra. Yakinlah, apa yang ditulis oleh beliau, pernah dilakukan sendiri dan ditestifikasi di dunia nyata.

Vilranendra adalah katalis revolusi sosial digital.

Advertisements