Vladd Voltaires

Alpha dan Omega, panutan umat-umat jelata di pinggiran kota, pendobrak kemapanan berpikir kaum-kaum kapitalis di tengah kota, menentang resepsi pernikahan mewah nan mahal namun setelah pesta malah hidup di kontrakan, selalu mempertanyakan kenapa why selalu always ? .

Kehidupan yang serba terbatas semenjak bayi lucu hingga sekarang, sangat menempa Vladd Voltaires memandang ketidak-adilan hidup. Menjalankan hidup seefisien mungkin adalah cita-cita adi luhur. Ketenaran hanyalah anti-klimaks dari cara berpikir kritis. Stay Poor, Stay Hungry.

Keserakahan manusia adalah isu utama di setiap tulisan-tulisan cadas beliau. Vladd yakin bahwa tulisan anti-mainstream adalah air baptis yang efektif menyiram segala kedunguan pola pikir manusia. Tulisan adalah lukisan dari suara kritis rakyat. Sekali hidup oposisi akan tetap menjadi oposisi. Pertentangan kelas harus diasah dan dipertajam untuk menggugah kenyamanan manusia-manusia borjuis.

Voltaire era modern tidak lagi terlahir di Prancis, tetapi di Indonesia. Elit Global, yang diuntungkan oleh sistem, tidak akan bisa tidur pulas, karena setiap malam goresan pena Vladd Voltaires akan mengusik mimpi indah mereka.

Tidak bisa terbayangkan ketidak-adilan di muka bumi ini seperti apa jika Vladd tidak terlahir di bumi.